Selasa, 31 Juli 2012

Puisi Api menyala


Dalam sebuah kejadian nyata  ada seorang Kyai Muda  mempunyai  4 [empat] anak 3 [tiga] anak laki –laki  1 [satu] prempuan dari seorang istri yang di cintainya ; dalam keheningan malam sang  Kyai bertanya  Tuhan  sudahkah  Engkau memberi  kepada ku  yang terbaik  dalam hidup ini  Mungkin  sudah atau  mukin  belum’ itulah  jawaban  yang terdengar  dari  hati  dan  fikiran nya  atau sebaliknya ,  ada seorang  anak  muda  yang bertanya….?  Pak  Kyai   sudah kah  bapak   dapatkan  Rahmat  Tuhan  dan  Anugerah  Tuhan  Yang Maha  Bijaksana  Juga  Maha   memberi  kesempurnaan  hidup  para  hambanya  yang  selalu  tunduk  dan  patuh  pada hukumnya….?
Tapi jawaban Kyai  dengan  3 [tiga ] anak laki-laki dan  1 [satu]  anak  prempuan  tadi  getir  dan penuh  gelisah  juga  lara dan  nestapa  yang tersirat  dalam raut  wajah  yang terlihat . Sudahlah aku mencoba  untuk  mengalirkan  semboyan ku  dalam  kejuhudan  pada  Sang  Maha  Perkasa  saja. Sejenak ku termenung  dibalik  tirai hijau  fikiran dan  perasaanku dalam kegetiran  diujung kerinduan  akan  kasih  sayang  Tuhan  yang Maha  lemah lembut  ,mungkinkah  Tuhan  yang Maha  pemberi itu’  dalam  kontek  menyayangi  hambanya  akan selalu  di uji  dengan  segala  macam  cobaan  hidup atau  sebaliknya  bukankah  kesayangan  Tuhan   itu  diberikan   pada mereka-mereka  yang tidur  di istana  singgasana yang  ditemani  oleh  wanita-wanita  cantik  nan  jelita juga  dijaga oleh  puluhan  pasukan  yang  bersenjata  dengan  siap tegap selalu mengawasi halaman sekitar istana, namun kalau kutelusuri dari kehidupan  itu pasti  ada konsekwensi logisnya .Ketika aku baca  dalam sebuah puisi Tuhan yang dalam bahasa inggrisnya “If  any one  does a righteous deed,it enures to the  benefit  of his own soul,if he does evil it work  against [his own soul].in the end will ye [all] be brought back to your lord.
Akhirnya semua itu adalah imbas dari sebuah aktivitas kita dalam mengimplementasikan dunia sebagai panggung sandiwara yang kadang kita berperan sebagai pahlawan atau kadang sebagai penjahat perang ,itu semua mesti kita harus  telaah, yang pasti bahwa hukum sebab akibat itu pasti berlaku begitu pula hukum karma kata orang-orang tua terdahulu ,kalau kita mencocokkan dari sebuah puisi Tuhan di atas,Jadi dalam hidup ini kita mesti harus mengerti antara kebaikan dan kejahatan dan sekaligus disuruh memilih untuk memerankannya didalam kanca kemasyarakatan yang heterogen dengan sangsi-sangsi yang sesuai dengan aktivitas kita Termasuk efek dari demoralisasi yang diwujudkan disetiap derap dan langkah kita,yang berarti bahwa eksistensi dan responsibility kita dituntut untuk menyelesaikan serta mengarungi samudra kehidupan dengan tirai-tirai yang ada disekeliling kita, agar kelak tak terbebani dengan kefasikan dan kemunafikan yang terbalut dengan fikiran dan perasaan .Disini kita mesti harus mampu mengejahwantahkan keagamaan yang baik dan benar untuk sebagai manefestasi dibalik tirai kehijau fikiran dan perasaan yang selalu merindukan akan uluran tangan sang pembawa berita kesejukan juga kehidupan yang dibarengi dengan keihlasan keTuhanan serta keihlasan ke bangsaan juga keikhlasan kemasyarakatan termasuk pula keikhlasan kemanusiaan dengan selalu menyayangi setiap makhluk yang dihidupkan dan dimatikan oleh Tuhan seru sekalian Alam.
Bila dari sekian uraian dan permasalahan yang kita lihat serta kita amati, cukup bagi kita membaca dan menulis kemudian kita jadikan study banding antara kejadian dengan teori yang berkembang dikalangan masyarakat disegala stratifikasi serta segmentasi social masyarakat itu sendiri, artinya bahwa disetiap kejadian dan momentum  yang menajubkan juga menakutkan itu adalah suatu hasil dari buah karya kita sendiri dengan iringan terompet para setan atau lambaian tangan malaikat yang selalu menyertai kita untuk memberi jawaban terhadap segala persoalan dan permasalahan kehidupan ini . Akhirnya semua itu adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dalam menguji anak manusia dan semua makhluk yang di ciptakan Nya untuk dinilai siapa yang terbaik  diujung kepatuhan dan ketundukan hambanya  yang tak pernah abadi dan bahkan mengalami keabadian.
Intinya semua itu kekuatan ada di Tangan Tuhan Yang Maha membolak-balikkan Fikiran dan perasaan juga hati anak manusia yang hidup  di alam Jagat raya ini , seperti puisi di bawah Api menyala ini.







PUISI
  API MENYALA
Seberkas Cahaya yang kemilauan di dalam bola mata
Menyala dan membara api cinta dalam hati
Mengalir darahmu penuh dengan asmara dan kemesraan
Bergulung ombak lautan rindu pada jantungnya.
Tidak akan pernah api menyala digurun salju cinta.
Tapi api tetap menyala di lubuk hati yang duka.
Api menyala tetap menyala di lubuk hati yang duka
Api menyala di setiap saat berpadu dengan asmara  lantunan syair dalam api yang menyala-nyala,
Sambutan api cahaya Tuhan menyala dalam dada  
Api menyala dijiwa yang penuh  dendam membara
Getaran dalam cinta ibarat api menyala dan membara
Tersentuh panasnya luka terbakar cemburu luka nestapa
Terseret roda kegetiran dan tersayat=sayat pisau kehancuran
Wahai Api yang menyala dalam dada para pujangga
Tuliskan api menyala disetiap derap langka
Tiada lagu yang paling Indah disaat Hati dirundung nestapa
Tiada yang bisa membakar cinta kecuali api yang menyala
Tuhan ……………….!
Api dalam dadaku nyalakan untuk berjuang agamamu
Tuhan………………..!
Api menyala dalam jantungku ketika di sebut namamu
Tuhan……………….!
Perkenankan api menyala di setiap hati anak manusia
Untuk menegakkan agamamu yang benar dan penuh keadilan

Jantungku bagaikan api yang menyala di setiap langka
Semangatku tak pernah luntur ditelan massa
Syair jihadku bagaikan api menyala di gurun sahara
Pedangku sinar cahaya Yang Maha Esa dan Yang maha Kuasa .








Puisi Bunga- bunga liar

Bunga-bunga liar
Dimalam hari Kau berserakkan
Menawarkan madu kemesraan
Di pelihara kau berantakan
Diikat tali temali kesuraman
Bunga-bunga liar
Bau parfummu harum semerbak mengandung khayalan
Tanpa vas bungapun kamu hidup bertebaran

Bunga-bunga liar
Kau adalah kumpulan bagian dari kumpulan bunga
Yang hilang tanpa ikatan keimanan
Sungguh malang kau di tumbuh kembangkan
Saat putik ingin berkembang dalam naungan Tuhan

Bunga bunga liar sebernarnya kau indah jika di tanam di halaman
Namun akarmu sudah tidak bisa bertahan
Walau di Bantu Air dan Pupuk Kau tak akan mampu bertahan

Bunga-bunga liar
Nasibmu bagaikan makhluk yang tak punya Tuhan
Bunga-bunga liar tersenyumlah walau hanya sebentar
Untuk memberi nuansa  tunas  putik agar tumbuh di halaman

Bunga-bunga liar
Sebenarnya bukan kamu yang mau liar
Namun kodrat dan tempat makananmu terhempas  orang
Semua  itu adalah hukum alam dalam demensi Tuhan
Engkau terhempas ….
Bunga-bunga liar jangan kau lupakan kasih dan sayang Tuhan







Pelangi diatas kehendaknya


Warna warni dalam kehidupan adalah suatu simbol dari heterogenitas  budaya dan ethnis anak manusia yang terlahir  untuk singgah  dan hadir  di muka bumi ini,dalam menjalankan titah Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa untuk membentuk suatu Komunitas Masyarakat , Bangsa  maupun Negara juga Agama sekaligus keluarga . seperti halnya kalau kita lihat negara-negara yang ada di  belahan dunia  ini ,114 negara yang tergabung dalam suatu Wadah Internasional yang di sebut PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dimana setiap bangsa yang ada di muka bumi ini mempunyai literature untuk mengatur bangsanya sendiri , dengan kata lain mempunyai Undang-Undang yang baku untuk dijadikan suatu Role way atau acuan berpijak dalam menentukan kebenaran dan Keadilan bagi setiap Rakyatnya , termasuk di antaranya mempunyai Prinsip pedoman Hidup dalam menentukan pola dinamika serta romantika sebuah aturan  peradaban zaman yang dapat mengukir  sejarah Bangsa tersebut, hal itu menunjukkan bahwa segala macam warna bangsa dan  masyarakat maupun manusia  yang ada di dunia ini selalu mempunyi ciri khas serta kode etik yang berbeda-beda  untuk mewarnai Dunia ini , dan pada hakekatnya semua itu mempunyai corak dan warna yang beraneka ragam dari warna putih, warna hitam, warna kuning , warna biru, warna merah , warna coklat , warna hijau bahkan warna ungu dan kelabu ,sehingga pada akhirnya akan membentuk suatu pelangi kehidupan dalam menyongson perubahan suatu  peradaban zaman. Disini kalau kita cermati lebih dalam bahwa pelangi itu hasil dari perpaduan warna-warna kehidupan di sepanjang jaman , mempunyai peran untuk mengkolaborasikan berbagai macam warna kehidupan yang ada.Sekaligus terjadinya perpaduan  ide dan gagasan yang bermacam-macam serta berwarna warni tersebut, pada dasarnya dikehendakinya atau di kodratkan  serta  di pleningkan  oleh satu Daya yang Maha Dasyat dan Maha sempurna  yaitu Tuhan Presidentnya para President Bangsa-bangsa yang ada di dunia ini.       Seperti contoh kecil kalau kita lihat pada suatu pergumulan hidup masyarakat bali yang kebetulan ada di Negara Indonesia, dengan suatu simbul keAgamaan Hindu yang kental, dikatakan Hindu Bali mempunyai symbol-simbol peradaban zaman kehinduan yang menganut  paradok kerajaan Majapahit pada abad 13-14 tahun yang silam , seiring dan sejalan empat warna yang jadikan pedoman manusia hidup dalam stratifikasi kehidupan masyarakat  yang juga suatu Ungkapan kata Sang pembawa kabar  Tuhan disaat terlelap dalam pelukan Sang Bathara yang mereka rindukan siang dan malam untuk suatu pengagungan dalam konteks mencari dan menggapai taman sorga nirwana.Atau sebaliknya ketika mereka melakuhkan olah bathim dalam suatu semedi dengan memandang titik di atas bumi dengan jarak setengah meter sampai satu meter yang dilakuhkan dengan syarat diam seribu bahasa,  tanpa bicara, tampa makan dan tanpa minum berhari-hari lamanya, yang ada hanyalah merasakan suatu getaran cahaya-cahaya yang mengitari tubuh dan sekelilingnya, sebagaimana yang pernah di lakuhkan oleh seorang bedande maupun mangku sebutan nama Tokoh  Agama hindu bali, pada saat saya kunjungi saudara saya di pulau dewata tersebut. Tepatnya di Jalan Danau Poso Sanur bali ,ringkas cerita dimana  dalam diskusi saya dengan saudara saya yang kebetulan juga seorang tokoh agama hindu tersebut” pak suwaje “ bagaimana menurut pendapat bapak apabila  seseorang sedang melakuhkan olah bathin  tidak  menggunakan literartur yang ada …..? ‘ tanya saya , “ jawab pak suwaje “ Pada dasarnya  setiap manusia telah diberi literature sendiri-sendiri oleh sang Hyang Wase dan Sang Hyang Widi dalam mengolah bathin itu sendiri ,” sebalinya Pak suwajepun bertanya kepada saya “  anda lihat apa ..? “bentuk bathiniyah saya ketika  saya sedang beridialog dengan anda sekarang ini…..? ‘ jawab Saya ‘ Saya lihat pak suwaje seorang bekel Maha patih gajah mada yang pernah hidup ratusan tahun yang silam di jaman kerajaan Majapahit,kalau melihat dandanan serta tutur bahasa yang bapak gunakan sekarang ini “ balas pak suwaje “ah kamu bisa saja “ sejalan dengan dialog saya pak suwaje memanggil anaknya untuk mengambilkan teh botol, setelah menawarkan kepada saya mau minum apa  , coca cola , fanta, sprit, atau teh botol , maka saya katakan teh botol saja. Lanjut cerita,” Tanya saya lagi” kenapa di masyarakat bali ini kok ada empat macam warna stratifikasi kehidupan..?  yah itulah sebuah ajaran yang baik dan benar dalam idiologi kerajaan Majapahit yang pernah jaya ditahun  1312 sampai 1404 tahun  yang silam , jawab pak suwaje “ mohon maaf pak suwaje  kenapa  bapak hubungkan antara kerajaan majapahit dan Stratifikasi empat warna manusia yang ada di bali, apakah ada dasarnya dalam kitab atau Pustaka Majapahit itu sendiri ….? Jawabnya Pustakanya saya tidak tahu , tapi yang pasti Seorang Begawan brahmana  kerajaan klungkung adalah asalnya  orang majapahit yang lari  setelah porak porandanya kerajaan majapahit pada abad 14 yang silam, disitulah saya katakan  orang majapahit adalah nenek moyang  masyarakat bali , namun mengenai empat warna kehidupan dalam stratifikasi ada dalam masyarakat bali terdapat acuan dalam  Pustaka Brahmana yang dijadikan pedoman sebagian para mangku dan bedande yang ada di Bali ini.” Dan sebaliknya bahwa dengan ada empat kasta yang ada di sini itu memang bisa kita logikakan antara lain “ lapisan masyarakat bali yang paling tinggi adalah seorang yang keturunan brahmana , kedua keturuan kesatria, dan yang ketiga keturunan  waisa dan yang keempat keturunan sudra .  sebaliknya pak suwaje juga bertanya pada saya “ sejauh mana anda ketahui tentang hakekat bathiniyah yang ada dalam kehidupan para masyarakat jawa dan sebaliknya masyarakat bali ,  jawab saya sebelum mengungkap bathiniyah lebih baik saya sampaikan terlebih dahulu asal-muasal masyarakat bali dalam perspetik saya , yang saya ketahui bahwa  nenek moyang masyarakat bali  yang bapak kata kan tadi ,orang pelarian  dari nagari majapahit   adalah adik dari seorang resi yang hidup di pulau jawa terutama jawa timur .oleh sebab itu yang jelas pandangan bathiniyah masyarakat bali adalah lebih muda dari bathiniyah orang jawa timur dan sebaliknya , daya spiritual bathiniyah orang jawa timur lebih tua daripada orang bali, dalam hal kanoragan atau olah kanoragan , oleh sebab itu kalau menurut hemat saya bahwa literature  pandangan hidup orang bali dalam mengejahwantahkan The Guendn of Prisiple utamanya mengggunakan pakem pustaka Brasapasi sekaligus Pustaka Wedha sasongko yang di tulis pada tahun masehi 1967 atau tahun saka 1899 yang hasil dari  penulisan ulang pada tahun 1643 masa Masehi ,       Hal  ini meskipun sering dipandang kurang relevan untuk menghadapi berbagai masalah kontestual di penghujung melinium lll namun tetap menjadi rujukan ketika konsep di atas dibutuhkan dalam mengantipasi disentigrasi bangsa yangMulti Etnis yang ada di seluruh penjuru dunia. Sepertihalnya pelangi diatas ke hendaknya Tuhan yang tercatat dalam kehidupan masyarakat Jawa , bahwa dalam tubuh manusia itu jasad yang terakomoditir dari api,air ,angin dan tanah tampak jelas bahwa di balik itu ada yang namanya saudara kita sendiri atau empat lima Pancer istilah Jawa sudahkah hal  itu kita kaji bersama dalam mengorek kesempurnaan hidup anak manusia di hamparan permadani yang luas nan elok ini , atau sampaikah kita dalam memikirkan hal hal yang berhubungan  pelangi di atas kehendak nya  yang mesti kita pahami adalah perwujudan  pelangi itu sendiri  itu sendiri dari 4 [empat ] warna ,yaitu merah ,kuning ,hijau, putih ,dalam pemahaman ku bahwa ;  
Merah  itu  adalah suatu keberanian yang teradopsi dalam emosional anak manausia  dengan memancarkan cahaya kekuatan jasad dan raga  di sepanjang kehidupan akan keberhasilan  cinta kasih  dan kerinduan Tuhan .
 Kuning  itu adalah  suatu ke arifan dalam menentukan kebijakan dengan selalu menciptan kesentosaan dan kemakmuran di lintasan roda kehidupan akan kematangan  dalam cinta kasih dan kerinduan  Tuhan.
                 
Hijau  itu  adalah suatu kelurusan dan kegairahan dalam  mengekpresikan serta mensosialisasikan ketegasan  hukum  yang di pandu  dengan  kebenaran ,kejujuran dan keadilan estetika cinta kasih dan kerinduan Tuhan.
 Putih  itu adalah  suatu  kebersihan  dan kesucian  realitas yang di barengi  dengan  kesempurnaan  pengejahwanahan hakekat kehidupan alam kebaikan dan kerinduan akan cinta kasih Tuhan.
Dari  4 (empat) aspek kehidupan itulah telah digambarkan dengan warna berbeda-beda . oleh karena nya marilah bersama-sama  menelusuri  perjalanan panjang kehidupan kita agar lebih terhormat dalam menghadapi keseimbangan putaran Roda kehidupan dalam  kemasyarakatan  yang akan kita lihat dan kita amati disetiap pergumulan Hidup ini agar terciptanya kemesraan antara sahabat-sahabat kita dengan alam bumi Nusantara dengan Tuhan dengan segala makhluk yang diciptakan atas kehendak Sang Maha Pencipta  alam jagat raya ini, namum  disepanjang kehidupan yang  kita geluti dan kita jalani terdapat empat manusia  yang dirindukan Olehnya dan di kehendakiNya , Siapa dia….?  Yang jelas mereka-mereka yang selalu menelaah empat  konsep  diatas dengan warna yang saya uraikan, jika Tuhan mengijinkan seperti halnya manusia-manusia yang dikaruniai oleh kehendakNya.


Rumus Asmara Cinta


Disetiap aktivitas anak manusia itu pasti mempunyai rasa dan metode metode  bagaimana caranya untuk menciptakan kesuksesan atau keberhasilan segala sesuatu yang di inginkan maupun yang dicita-citakan .dari pedagang sayur , pedagang buah-buahan sampai pada level perdagangan senjata perang , maupun pesawat terbang hal ini sudah menjadi kewajaran dan keharusan  bagi seorang yang ingin sukses dalam bidang usaha yang di gelutinya , disamping itu semua segala jenis aktivitas tersebut  mempunyai rumus yang berbeda-beda dalam menuju keberhasilan atau kesuksesannya .berangkat dari situlah bahwa Asmarapun mempunyai suatu rumus yang patut di sosialisasikan sekaligus di implementasikan dalam hidup ini , merajuk dengan kata rumus asmara cinta , yang pasti ada dasar ungkapan yang dapat diajuhkan jadi basic teori untuk setiap makhluk yang dinamakan manusia , sementara itu anjuran risalah Cinta itu sendiri telah di ungkapkan oleh Pemimpin besar revolusi Budaya moralitas anak manusia yaitu yang bernama Ahmad atau Muhammad bin Abdullah dengan katanya yang sangat terkenal “Cintailah segala-sesuatu itu ala kadarnya , dan bencilah segala sesuatu itu ala kadarnya sebab bisa jadi , segala sesuatu  yang paling  engkau cintai itu akan menjadi  sesuatu yang paling engkau benci ,sebalik segala sesuatu yang paling engkau benci bisa jadi akan menjadi sesuatu yang paling engkau cintai  (Al hadits) , sejalan itu kalau kita kaji makna  dari  ungkapan  perkataan Rosul  tersebut , itu jelas  bahwa anjurannya agar kita mengejahwantahkan cinta dalam hidup itu wajar-wajar saja,  sebaliknya asmara begitu pula yang wajar-wajar saja, sementara itu dalam paradoks ekspresi asmara cinta itu selalu berhubungan dengan kebutuhan bathiniyah ,oleh sebab itu seharusnya kita harus mampu mewujudkan kolaborasi antara realita asmara cinta dalam kehidupan sehari-hari yang teradopsi dalam imajinasi fikiran dengan di barengi niat yang tulus dan murni dalam hati itu sendiri. Oleh karena itu menurut pendapat saya bahwa dalam mensosialisasikan  Rumus Asmara Cinta itu sendiri di perlukan 10 teori dasar  untuk merai ungkapan kata Asmara cinta adalah  laksana surga dalam kehidupanku bukan sebaliknya Asmara cinta laksana Nerakaku, teori 10 dasar tersebut tersebut saya katakan Rumus Asmara  cinta yang dapat dijadikan solusi dalam menggapai keinginan perasaan dalam hati setiap anak manusia yang hidup di suatu tatanan adat istiadat masyakarat di dunia ini. Antara lain :
Pertama, Harus ada yang namanya actualisasi kemandirian fikiran dalam mengakumulasikan sinergitas nilai cemburu untuk menilai seberapa jauh rasa cinta kita terhadap yang kita cintai tersebut, yang berarti harus adanya ungkapan perasaan cemburu
Kedua, Harus ada yang namanya pola fikiran dalam menangkap refleksi kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan menggapai sayang Tuhan dibawah panji kesabaran dan ketekunan ritual ibadah  kepada  Sang Maha mencintai dan Sang Maha menyangi mereka-mereka yang paling setia takut dan tunduk padaNya” dalam konteks asmara cinta pada Tuhan “namun sebaliknya untuk menggapai dan mempertahankan  Asmara dan cinta itu perlu adanya  Fikiran yang positif dalam dalam menilai sasuatu yang kita cintai tersebut dengan selendang kesetiaan  dan kesabaran dalam menentukan suatu kepastian Asmara cinta itu sendiri, intinya harus adanya kata setia dan sabar.
Ketiga, Harus  ada yang namanya pengertian dalam wacana kehidupan sehari-hari untuk orientasi moral budaya keseriusan  disetiap  disetiap pergerakan hati fikiran subyek estetika cinta yang terselimuti asmara dengan kain sutera kesendirian dan kegetiran perasaan yang saling membutuhkan , yang intinya harus adanya pengertian dalam estetika romantika asmara cinta itu sendiri.
Keempat, Harus ada yang namanya kerinduan disetiap keheningan disetiap malam dibawah tali temali perasaan dan fikiran disaat dirudung kegalauan dan kegetiran jati diri dengan busana rasa  kasih sayang sejalan dengan  sepatu kebijakkan , kearifan dalam menyanyikan tembang kemesraan asmara yang diciptakan untuk anak cucu adam.
Kelima, Harus ada yang namanya pertemuan komunikasi horizontal  di momen-momen yang di penting  untuk terciptanya asmara yang sulit untuk dilupakan , justru mudah untuk dikenang, intinya pertemuan dalam momentum hari-hari kasih sayang  dan hari kemesraan.
Keenam, harus ada yang namanya perhatian  aktivitas  fenomena  lapangan romantika  disetiap sudut jendela kamar hati dan kunci pintu fikiran yang terakomodir dalam tindakan dan prilaku kedewasaan disertai perjuangan kreativitas  asmara cinta dalam menggapainya.
Ketujuh, harus adanya yang namanya  pengorbanan  jiwa , perasaan , waktu bahkan material dengan kehendak diri sendiri.
Kedelapan, harus ada yang namanya perlindungan dan pememiliharaan dan pengabdian dalam mengekspresikan loyalitas dan komitmen perwujudan keluhuran budi pekerti  disetiap gerak dan langkah untuk terealisasinya hubungan dan kontak bathin disetiap penjuruh arah mata angin dengan panji keagamaan serta moralitas budaya  keromantisan fikiran dan perasaan kalbu.
Kesembilan, Harus ada yang namanya  singkronisasi  waktu dalam mengejahwantahkan  keinginan untuk memadu kasih dalam untaian syair indah dalam taman surga dengan iringan musik perdamaian suatu  catatan harian perjalanan roda kehidupan ekonomi yang dapat  menaburkan harum parfum surga adnen di hempasan dialektika kerinduan yang tertunda oleh realitas  kehidupan masyarakat di persimpangan telaga kaustar percintaan.
Kesepuluh, harus ada yang namanya saling memahami posisi  dan stratifikasi  social yang diperankan dalam arena panggung asmara diwaktu pertama pertemuan dengan perjalanan cinta itu sendiri , hubungan anatomi tubuh anak cucu adam tersebut  dalam mengejahwantahkan  fitra  kemanusiaan dalam mengkonsumsi  kehidupan yang terlihat oleh keindahan face body maupun kesejukan  ebun pagi tatkala menetes  diatas daun-daun disepanjang samudera kerinduan yang terbendang dalam imajinasi fikiran .
Jadi jelas rumus asmara cinta yang terakomodir dalam 10(sepuluh) wacana kebutuhan yang harus dilakuhkan dalam membuat sebuah kapsul anti perceraian dan keputusan hidup dalam bercinta dan berasmara  disaat obat-obat diapotek kehidupan sulit didapatkan maka gunakanlah rumus asmara cinta yang ada tersebut di atas dengan dipahami dengan baik dan benar  serta penuh kecermatan dalam membacanya 10 kunci kalimat tersebut di atas , terlepas ada suatu matra pengasihan yang juga bisa di jadikan salah satu pelengkap dalam tambahan rumus asmara cinta yang mempunyai daya pikat sangat tinggi yang berasal dari bahasa Jawa yaitu”Sari-sari Dukure Gunung sari Tulung tinut manuto mareng banyu dateng mbok cacak siro ngak manuto marang ingsun sekai lunlungan sekai kayonan sekai godongan kebyar-kebyar sejatine Gusti pangeran raden  nanang hariadi harjo muharjo kiageng senopati pamanahan , teko welas teko asih si jabang bayine………….asih o marang ingsun, asih asih sakeng kersaning Gusti Alloh “   mantra tersebut di baca setiap hari 161 kali dan di barengi puasa selama tiga hari, selama berpuasa mantra tersebut di baca sebagai mana bilang tersebut di atas dan apabila menggunakan dibaca tiga kali  sambil tahan nafas  untuk setiap orang yang di kehendakinnya     maka Tuhanpun mengabulkannya apa yang jadi keinginan dan asmara bercinta itu sendiri.